Sabtu, 26 Oktober 2013

PENGARUH PENDENGARAN PADA PERKEMBANGAN BICARA DAN BAHASA

Perkembangan bahasa dan bicara berkaitan erat dengan ketajaman pendengaran. Akibat terbatasnya ketajaman pendengaran anak tunarungu tidak mampu mendengar dengan baik. Dengan demikian pada anak tunarungu tidak terjadi proses peniruan suara setelah masa meraban, proses peniruannya hanya terbatas pada peniruan visual. Selanjutnya dalam perkembangan bahasa dan bicara anak tunarungu memerlukan pembinaan secara khusus dan intensif sesuai dengan kemampuan dan taraf ketunarunguannya.
Bahasa merupakan alat komunikasi yang dipergunakan manusia dalam mengadakan hubungan dengan sesamanya. Hal ini berarti bila sekelompok manusia memiliki bahasa yang sama, maka mereka akan saling bertukar pikiran mengenai segala sesuatu yang dialami secara konkrit maupun yang abstrak. Tanpa mengenai bahasa yang digunakan suatu masyarakat, kita sukar mengambil bagian dalam kehidupan sosial mereka, sebab hal tersebut dilakukan dengan media bahasa. Dengan demikian bila kita suatu kemampuan berbahasa berarti kita memiliki media untuk komunikasi.
Bila seorang anak memiliki kemampuan berbahasa, mereka akan memiliki sarana untuk mengembangkan segi sosial, emosional, maupun inteleknya. Mereka akan memiliki kemampuan untuk mengungkapkan perasaan dan keinginannya terhadap sesama, dapat memperoleh pengatahuan dan salling bertukar pikiran.
Perkembangan kemampuan bahasa anak tunarungu terutama yang tergolong tuli tentu tidak mungkin sampai pada penguasaan bahasa melalui pendengarannya, melainkan harus melalui penglihatannya dan memanfaatkan sisa pendengarannya. Oleh karena itu komunikasi bagi anak tunarungu mempergunakan segala aspek yang ada pada anak tunarungu tersebut.
Adapun berbagai media komunikasi yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:
  1. Bagi anak tunarungu yang mampu bicara tetap menggunakan bicara sebagai media dan membaca ujaran sebagai sarana penerimaan dari pihak anak tunarungu.
  2. Menggunakan media tulisan dan membaca sebagai sarana penerimaannya.
  3. Menggunakan isyarat sebagai media.

3 komentar:

  1. makasih, artikelnya membantu nih :) tambah lainnya ya

    BalasHapus
  2. bagus... moga dengan artikel2 semacam ini...menambah kesadaran orang2 untuk merangkul saudara2 yg luar biasa seperti mereka

    BalasHapus
  3. oke samasama yaa:) siaap, akan saya tambah lg artikelnya, semoga bermanfaat:)

    BalasHapus